Wednesday, 13 February 2008

Brisbane Vacation

Setelah 10 tahun tidak pernah menginjakkan kaki di Brisbane, akhirnya kami sekeluarga minggu lalu pergi ke sana. Kami berangkat pada tanggal 1 Februari 2008, hari Jumat, setelah menghabiskan waktu perjalanan ke bandara Cengkareng selama ... 24 jam!!! Hari itu tol bandara tutup karena banjir pasang selama 3 hari ... saat yang tepat banget tuh untuk ke bandara :)
Tidak seperti waktu kita sekolah dulu, Brisbane sudah maju pesat. Bahkan Toowong Village nggak seperti jaman dulu yang sepi dan sederhana. Mudah2an gambar2 di bawah ini bisa untuk kita-kita bernostalgia. Enjoy!

Di depan David Jones, Queen Street Mall
Hungry Jack's Queen Street Mall
QUT dari South Bank
the Coffee Club, Toowong
Toowong Village, rame & canggih, gak seperti jaman 10 thn yang lalu ;)
South Bank Parkland
Di depan Treasury CasinoAndy Warhol Exhibition, South Brisbane

Saturday, 2 February 2008

My "watery" trip to the down town




Gue percaya temen2 udah pada puas sama gambar2 banjir jakarta yang terjadi jumat lalu.

Semoga gak bosen melihat foto2 yang gue ambil dalam mode "gak mau rugi udah jauh2 menerjang banjir" kali ini. FYI, gue bukan dalam rangka meliput banjir jalan2 ke tengah kota kaya gini. Ini ceritanya lagi "on duty" utk meeting dengan client, yang herannya kok pura2 gak tau jalanan lagi super kacau ....

Tapi gue percaya komitmen kita utk "perform our duty" pasti ada hikmahnya dikemudian hari ... amien



Orang Indonesia sudah demikian akrabnya dengan penderitaan. Kebanjiran tetep HAPPY !

Mobil ngebul di sudut kantor pusat Bank Indonesia

Kantor pusat Indosat, bak di kota kanal venesia.



Pernah denger swimming pool leveling ? ini bentuknya udah mirip sama kolam renang di bali cliff hehehe ...


Medan Merdeka Timur ... Jalan sabang lebih serem lagi ketinggian airnya.

Sunday, 20 January 2008

Mendadak Panic Attack

"katro banget sih, ini era komunikasi bung"

kalimat2 dengan berbagai versi (versi ibu2 arisan, versi adik2 kuliahan, versi bapak pejabat, versi yuppies , etc) sebagai reaksi jika kita berkata "maaf saya tidak punya Handphone" ketika seseorang bertanya "bisa saya minta nomor handphone anda ?" di tahun 2008 ini.

Well, sebagai manusia kita semakin hari semakin dimanjakan oleh teknologi. Nggak pede,nggak bisa ngapa2in dan panik jika salah satu dari kebutuhan pokok di zaman teknologi ini (kebutuhan pokok = 1. Handphone 2.Komputer dan connection ke internet) mengalami gangguan atau hilang sama sekali.

Nggak Pede, makanya sekarang bapak2 wakil rakyat di"persenjatai" dengan laptop dan connection internet, yang mungkin menggunakannya saja - sebagian besar - masih membutuhkan bantuan dari sang asisten atau ananda tercinta.

Nggak bisa ngapa2in , seperti kejadian kemaren di kantor gue. Hingga jam 1000hr LAN drop, security high. Bayangkan, ngeprint ke share printer aja nggak bisa, apalagi akses intranet dan sgala macem internal tools. Walhasil, supaya terlihat serius bekerja (sambil deg2an meratapi deadline yang gak bisa dikerjain dari pagi) gue membuka game MAHJONG. Temen2 bbrp pada ngebuka game yang lucu2 ... gue bilang "yah elo, kalo mau keliatan sebagai pemikir dan pekerja keras, kaya gue dong bukanya MAHJONG ajah" hehehehehe ....

Panik, seperti yang dialami gue dan EKO. Ceritanya hari jumat minggu lalu kita (gue, ratna dan eko) janjian ketemuan di PIM 2 (betapa cintanya gue ama kantor gue yang super strategis ini), setelah event "perkenalan" yang dirancang super cantik pada hari itu gagal. Karena pihak2 (gue ama eko khan broker doang, eh exchange node kalau meminjam istilah telco) yang akan dipertemukan berhalangan hadir.

1615hr, gue mengirim sms ke Jeng Ratna "ra', kalo lo udah deket2 PIM. SMS gue ya" selang beberapa menit Jeng Ratna membalas "ok de". Lalu pukul 1650hr bapak EKO menelpon "nit, gue udah masuk tol ya. eh BTW, di sini ternyata banyak makanan enak. Ada Sarang Kepiting. Apa gue mampir dulu ya" .... gitu deh, gak penting banget itu sarang kepiting yaaaaa .... Sebagai penutup kepada bapak sarang kepiting , gue cuma bilang "KO, kalo udah sampe lo telpon gue. Ratna tadi udah gue SMS".

Setelah Eko menelpon, gue mikir2 juga ... Kok ratna belom SMS ya ? Lalu gue menelpon didorong antara perhatian ama temen ama gak sabar pengen ke PIM segera hehehehe. Anywaybusway, telpon gue nggak diangkat ... hmmmm. Aneh ! gue telpon lagi .... tetep nggak diangkat dan lagi dan lagi.

Sekitar 20 menit kemudian (yang mau beli rumah di BSD, kalo jumat sore BSD-PI lewat toll bisa ditempuh dalam 20 menit-an lo) Eko telpon ke gue. "Nit, gue udah di PIM ya. gue telpon ratna kok gak diangkat2 ya" DARRRRRRRRRRRRrr ..... gue langsung bilang "gue juga lo KO. Kenapa ya, jangan2 ketinggalan di mobil deh.

Tapi gue tau banget Jeng Ratna ini orangnya sangat tepat waktu. Seharusnya , karena kita janjian jam 1730, beliau sudah meng-SMS gue. Kalaupun HP nya ketinggalan di mobil, at least dia udah balik ke mobil utk ngambil HP nya.

Lalu gue bilang sama eko "gue ke sana aja deh KO".
So dua dari tiga kurcaci bertemu di depan outlet ZARA yang sedang discount.

Panic Attack mulai melanda.Pertanyaan2 mulai berkembang :

Kemana ratna ?
Apakah HP nya ketinggalan ?
Apakah HP nya hilang ?
Diamana Ratna sekarang ?
Apakah Ratna baik2 aja ?
Dari hasil "telpon2an" eko dan argo, ternyata HP ratna ketinggalan di rumah. Bahkan Argo pun, gak bisa menghubungi Ratna.

Gue ber-teori "rasanya dia ada di gedung ini deh ko. Mungkin waktu berangkat gak nyadar HP nya ketinggalan." Singkat kata Eko mengusulkan "kita cari aja yuk, dimulai dari Starbuck. Khan dia suka minum kopi"

So dua kurcaci menuju lantai dasar SOGO dimana Starbuck PIM2 berlokasi. Ketika menuruni escalator gue celingukan. "waduh, kok nggak ada ya KO" .... kita tetap turun dan berputar supaya bisa masuk ke starbuck. Sekonyong2 ... dari arah Kinokuniya ... terlihatlah sesosok Ratna .... dan gue gak tahan utk gak teriak2 "Ratnaaaaaaaaa ..."

Haduh, untung gue masih inget utk jaga image. Kalo nggak adegan2 berpelukan di sinetron bakalan kejadian hari itu. Baru kali ini gue SUPER SUWENENGGGGG melihat si Ratna hahahahaha ....

So, berceritalah ratna kisah dia muter2 di PIM ampe gempor dengan harapan bisa menemukan kita2. Mulai dari pandangan "sumpeeeee loooo" dari para satpam ketika ratna menanyakan lokasi Telepon Umum. Hareeee geneee , telpon umum buuuu !!!!!! Katanya keren mainanya di PIM, kok masih modal KOIN. Gitu kaleeeee arti tatapan para satpam yang ditangkep sama ratna hahahahaha ....

Malem itu, kita makan di Fisch and Co berlokasi di restaurant row PIM2. Ini hasil keliling2 jeng Ratna sembari berharap melihat muke gue dan eko. Alhamdullilah fish and chips plus saladnya ENAKKKKKKK .....


Tuesday, 8 January 2008

Darah dan air mata mencari Bus SIM Keliling

Eko asked me to publish this article. Its written by Lilla Kurniawan from SMART tbk.
I can guarantee , u will be inspired.

Disclaimer :
Posting ini panjaaang...banget, dan mungkin sebagian besar isinya nggak penting. Tapi sebagai ringkasan, pesan moral yang hendak disampaikanadalah: 1. Internet tidak selamanya mampu menjadi sumber informasi yang handal. 2. Janganlah berjalan kaki mengelilingi parkiran MKG karena tempat itusangat luas. 3. Tapi kalopun bener-bener kepingin jalan kaki keliling parkiran,pilihlah Atrium Senen.Selamat membaca, kalo emang lagi kurang kerjaan.

Di manakah Bus SIM Keliling mangkal ?
Berhubung bulan ini SIM gue abis, maka gue menemukan journalnya mas Tian yangini alangkah sangat menarik sekali deh.Bayangin, perpanjang SIM nggak harus ngantri, nggak harus pake calo, cukup10 menit jadi. Indah banget!Terdorong motivasi untuk memenuhi kewajiban sebagai pengguna jalan raya yangbertanggung jawab, sekitar 2 minggu yang lalu gue mencoba mencari informasilebih lanjut tentang Mobil Keliling Pembuat SIM ini. Pertanyaan logispertama yang muncul adalah; "di manakah mobil itu mangkal?"Dengan harapan menemukan denah lokasi memuat sebuah sebuah titik merah besarbertuliskan "Lokasi Mobil SIM Keliling hari ini" gue masuk ke www.polri.go.id.

Yang gue temukan adalah: Di bagian "Pelayanan" "Persyaratan / Administrasi" cuma ada SMS Polri ke nomor 1120, gue coba kirim sms ke situ dan Ke bagian "Link" "Polda", gue berharap menemukan sesuatu di website "Polda Metro Jaya". gue klik ke "Cara Mendapatkan SIM Baru"; ternyata\u003cbr /\>isinya lagi-lagi peraturan. Gimana sih? Tapi akhirnya gue maklum setelah baca cuplikan berita di "Home"-nya. Berita terbaru berjudul "Polda Tangkap Puluhan Bandar Judi Togel" tertanggal 3 Juli 2004! Pantesan.... Yang baru ketemuan tanggal segitu aja sekarang udah kawin, mas... Putus asa dengan website polisi, gue cari di www.google.co.id . Ternyata cuma nemu 2 info untuk keyword sim keliling. (update: barusan gue coba lagi dengan keyword yang sama, dan nemu cukup banyak. Klik aja di sini kalo mau liat.) Itu pun cuma posting blog seseorang yang berbunyi "denger-denger sekarang ada layanan sim keliling yah?

Kenapa polisi suaranya mirip-mirip?

Oke , dengan demikian gue berkesimpulan bahwa info tentang sim keliling belum masuk ke net. Jadi, gue kembali ke jaman baheula, mundur beberapa puluh tahun ke belakang, mencampakkan kemajuan teknologi cyber, dan mencoba mencari informasi lewat.... telepon. Gue coba nomor pertama di journalnya Mas Tian, 5446362.

"Halo!" terdengar suara tegas dengan sedikit aksen medok jawa - khas suara polisi. Buat yang pernah ditilang pasti tau suara macam apa yang gue maksud .
"Pagi pak, mau tanya, lokasi mobil sim keliling hari ini di mana ya?"
"Di Kelapa Gadheng!" jawab suara di seberang dengan nada 'siap grak!'
"Kelapa Gadingnya di sebelah mana ya pak?"
"Di Moll-nya!"
"ehm... tepatnya di mananya, Pak? Mall-nya kan luas..."
"Cobha sajha cari di parkirannya! Andha domisili dhi mana?"
"Jakarta Pusat, Pak."
"Kalo githu langsung sajha ke Polsek Kemayoran!"
"Lokasinya di mana itu pak?"
"Lokasinya di.... Atau Andha langsung sajha ke Daan Mogot dyeh, biar gampangya! Selamat Paghi!"

&%$#*&#@ Polisiiiii.......!!!!
Tapi ide tentang ngurus di Polsek Kemayorancukup menarik juga. Toh nggak terlalu jauh dari rumah. Maka gue coba telepon 5709261, nomer telepon Polda Metro Jaya."Polda Metro Jaya Selamat Pagi..." wah, yang ngangkat mbak-mbak bersuara merdu... bak oase di gurun gersang"Selamat pagi mbak, saya mau tanya, lokasi Polsek Kemayoran di mana tepatnyaya mbak?""Polsek Kemayoran? Mohon tunggu sebentar ya Pak...""Iya mbak, terima kasih..""...... [sayup2 terdengar suara kresek-kresek kertas bergeser dan dialog"eh, tau alamat polsek kemayoran nggak? ada yang nanya nih... bukan,polsek... polsek KE-MA-YO-RAN... tau nggak...?]""..." (sabar menunggu)."Halo Pak?""Ya mbak?""Anu, maaf ya pak, saya nggak tau alamat polsek Kemayoran, tapi saya punyanomor teleponnya. Mau?""Oh boleh deh mbak..."Habis itu dia ngasih nomor polsek kemayoran. Waktu itu sih gue catet dikertas, tapi sekarang udah ilang, jadi nggak bisa gue tulis di sini. Jangankecewa ya.

Kenapa hari gini masih ada aja yang basi?

Setelah nutup telepon, giliran gue nelepon polsek Kemayoran.
"Halo!" Menakjubkan, suaranya miriiip... banget dengan suara yang di nomer5446362 tadi! Jangan2 intonasi suara termasuk persyaratan jadi polisi.
"Pagi Pak, dengan Polsek Kemayoran?"
"Bethul!"
"Begini Pak, saya mau perpanjang SIM, tapi nggak tahu lokasi tepatnya PolsekKemayoran. Bisa tolong kasih ancer-ancer gitu pak?"
"Dekat PRJ! Belakang apartemen anu... blablabla..." dia ngasih petunjuk lokasi.

Oh, Ok Pak, terima kasih. Perlu bawa apa saja ya pak?"
"Fotocopy KTP dhua, SIM dhua! Sama ini, cathat nomer HP saya, 0815****** dengan Sersan G****. Kalo udhah sampe sini telepon saya sajha, nanti saya banthu..!"
"Oke Pak, terima kasih..."
"Bener yha... nanti sampe sini telepon saya ke HP! Saya banthu biar gampang, cepet! Yha?"
"Sip deh pak!" Yaelah pak, hari gini, udah ada mobil SIM keliling, masih ma main calo-caloan? Basi deh lo pak, basiiii.....!

Tapi ngomong-ngomong, gue masih belum tau nih di mana tepatnya lokasi si mobil keliling. Kayaknya Mal Kelapa Gading ada 3 jilid gitu loh, plus La Piaza pula, ditambah cuaca panas terik gini, masa iya gue harus nyari2 keliling parkiran yang entah berapa hektar itu?

Maka gue mencoba peruntungan dengan nomor ke dua di jurnal Mas Tian, 8299444.
"jflajerdjdhegfalgjrlr... selamat pagi.." terdengar suara mbak-mbak yang menyebutkan nama sebuah lembaga di awal sapaannya. Apakah mobil SIM keliling ini kerja sama Polda dengan pihak lain, ya?
"Pagi mbak, minta informasinya dong, mobil sim keliling hari ini ada di mana ya?"
"Di Kelapa Gading, Pak."
"Ok, tepatnya di mananya mbak?"
"Waduh saya kurang tau juga pak, habis kita kan di pusat, mana tau dia parkir di mana... " logis juga sih penjelasannya - tapi akan lebih logis lagi kalo ini nomer mendingan dipasangnya di bis kelilingnya sekalian, ketimbang dipasang di pusat dengan informasi nggak jelas gini.... hiiih...!

Kenapa gue apes banget?

Akhirnya, setelah putus asa mencoba mencari informasi tanpa hasil, gue memberanikan diri langsung berangkat ke lokasi: Mal Kelapa Gading. Perlu dicatat, waktu keberangkatan adalah pukul 09.00 pagi, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit sehingga jam 9.40 gue udah tiba di lokasi.

"...cathat nomer HP saya, 0815****** dengan Sersan G****. Kalo udhah sampe'sini telepon saya sajha, nanti saya banthu..!"

Asumsi 1: Mobil SIM Keliling nggak mungkin main nyelonong aja ke parkiranMal tanpa koordinasi, pasti pihak gedung dikasih tau.
Asumsi 2: Kalo pihak gedung udah tau tentang kehadiran mobil ini, makaseluruh Satpam sebagai pihak2 yang terkait erat dengan aktivitas perparkiranpastinya juga dikasih tau.
Kesimpulan: Lebih baik tanya sama Satpam.

Satpam I (di dalam mal)
"Permisi pak, mau tanya, lokasi mobil sim keliling di mana ya?"
"Wah ndak tau saya Pak, saya tugasnya di dalem terus sih. Coba tanya samasecurity yang di luar."

Satpam II (di pintu mal)
"....." (mengulang pertanyaan yang sama)
"Wah nggak liat saya. Mungkin dipinggir jalan kali pak..."

Satpam III (di gerbang masuk parkiran MKG I dan II)
"....." (mengulangpertanyaan yang sama)
"Dari tadi kayaknya nggak lewat Pak.

"Satpam IV (di gerbang masuk parkiran La Piaza)
"....." (mengulang pertanyaanyang sama)
"Oh... emang sekarang bisa ngurus sim di mobil keliling ya pak?"

Satpam V (di gerbang masuk parkiran MKG I dan II yang deket Food City)
"....." (mengulang pertanyaan yang sama)
"Mobilnya kayak apa pak?"
"Wah ya gak tau ya... bis gitu kali pak..."
"Kalo bis nggak mungkin masuk parkiran pak, kan ada itu (sambil menunjukportal setinggi 2.2 meter). Kalo dia lebih tinggi dari itu ya nggak bisamasuk sini pak!"

Bener juga. Walaupun gue sama sekali nggak kebayang kayak apa bentukmobilnya, tapi bayangan gue pastinya bis yang cukup gede lah. Nggak mungkincuma segede mobil pos, karena di dalamnya harus ada peralatan foto, cetakkartu, mesin tik, etc etc. Maka arah pencarian gue ubah ke wilayah di luar MKG.
Asumsi tambahan: pasti bis itu memuat logo Polisi dalam ukuran cukup menyolok. Maka gue mengarahkan pandangan mencari-cari logo polisi di sekitar situ.

Dan saat itulah, saat posisi gue di depan Food City, gue liat di kejauhan, di sekitar Pasar Mandiri yang jualan onderdil mobil, ada selembar spanduk kuning berlogo Polda Metro Jaya!

Ah, ketemuuu....!!

Setengah berlari gue mendekati lokasi spanduk itu, hingga pada jarak yang cukup terbacalah tulisannya "LOKASI PANGKALAN SEMENTARA BAJAJ DAN OJEK KELAPA GADING".

hkghkghkghkg...!!!

Tapi sebagai orang yang beriman, gue pantang berputus asa.

Satpam VI (di gerbang masuk Pasar Mandiri, nggak jauh dari spanduk sialan itu)
"....." (mengulang pertanyaan yang sama)
"Nggak tau pak, nggak pernah liat mobil 'kayak gituan' di deket sini..."
Ya ampun....Gue mencoba mikir lagi. Dari tadi gue nanya sama satpam melulu, dan mereka rata2 nggak tau di mana lokasi bis itu. Kenapa gue nggak nanya sama polisi

Asumsi 1: Mobil SIM keliling diawaki oleh para polisi.
Asumsi 2: Para polisi saling mengetahui keberadaan temannya
Kesimpulan: Lebih baik tanya sama polisi.

Setelah nanya-nanya sama beberapa tukang bajaj dan tukang rokok, akhirnya gue menemukan Polsek Kelapa Gading, sekitar 800 meter dari lokasi MKG. Perlu dicatat bahwa saat itu waktu udah menunjukkan pukul 11 lewat, artinya udah lebih dari satu jam gue keliling-keliling jalan kaki di bawah sorotan matahari. Gue jadi merasa sangat kaya dengan vitamin D.

"Selamat siang pak," kata gue kepada para polisi di ruang jaga, "Numpang tanya lokasi Bis SIM Keliling di mana ya?"
"Hari ini nggak ke sini Pak! Jadwalnya bukan sekarang."
"Tadi saya telepon ke pusat katanya lagi Kelapa Gading tuh pak..." jawab gue sabaaar sekali.
"Oh kalo gitu kita nggak tau. Habis dia koordinasinya langsung ke Polda sih pak, nggak pernah ke Polsek! Dia itu kalo ke daerah sini nggak pernah informasi ke kami pak."
Oh ya ? Sombong sekali dia ya ? Tapi masih suka teleponan kan? Atau minimal... SMS, gitu?

Jadi gue harus nanya sama siapa? Dengan lunglai gue melangkah tak tentu arah keluar dari Polsek. Mobil itu pasti cuma beberapa (ratus) meter dari posisi gue.... masa nggak ketemu sih...penasaran! Sebenernya kalo mau memudahkan para "customer" seperti gue ini, caranya gampang banget loh. Bekalin aja tuh bis satu biji HP, nggak usah yang mahal2 asal bisa SMS... trus setiap kali dia mulai mangkal, dia kirim SMS ke pusat "mobil mangkal di MKG, depan toko anu" Cuma keluar ongkos 350 perak per hari, tapi bisa membantu mbak2 di pusat untuk memberikan jawaban yang lebih akurat... ya kan? Tapi itu kalo ada niat untuk memudahkan.

Sebagai upaya terakhir, gue jalan menuju gerbang MKG III, sekitar 1.5 kilo dari Polsek (karena gue jalan mengitari mal-nya, siapa tau ketemu tu mobil di pinggir jalan).

Satpam VII (di gerbang masuk MKG III)
"....." (mengulang pertanyaan yang sama)
"Nggak tau tuh pak. Nggak liat dari\u003cbr /\>tadi. Bersamaan dengan jawaban yang memilukan itu, ujan mulai turun.

That's it. I'm outta here !

Akhirnya hari itu gue pulang dengan tangan hampa. Jam 12 lewat. Hampir 2.5 jam gue ngerondain parkiran Mal tanpa hasil. Seumur-umur main di Mal, belum pernah gue menghabiskan waktu selama ini di parkirannya.

Maju terus pantang mundur...

Hari ini, pas bangun tidur entah kenapa gue dapet ilham untuk nyoba nyari simobil sim keliling misterius itu. SMS ke kantor, bilang mau dateng siang,terus kembali gue nelepon 8299444.
"Hari ini di Atrium Senen, Pak." kata mbak-2nya. Kali ini gue nggak mau repot2 nanya 'persisnya di mana'. Hm... Atrium Senen, jauh lebih kecil dari MKG. Mudah2an lebih gampang dicari. Kalo sampe nggak ketemu juga, ya sud .... artinya udah suratan takdir gue untuk ngurus SIM di Polsek Kemayoran. Tapi deh, nggak akan lewat Sersan G****!!

Jam 1/2 10 gue udah nyampe Atrium Senen, dan udah tanya-tanya sama Satpam
"Bis Sim Keliling? Wah, saya nggak denger dia mau ke sini tuh pak," katanya.
Yah... jadi deh ngurus di Polsek Kemayoran... pikir gue.
"Kenapa ini?" tiba-tiba datang Satpam ke dua.
"Ini, bapak ini nanya Bis SIM Keliling..."
"Oh ADA! Ada pak!"
"Hah, yang bener?" baik gue maupun satpam pertama sama2 ragu.
"Bener! Tadi saya dapat informasinya lewat SMS. Katanya mangkal di depan kantor Djakarta Lloyd (di seberang Atrium Senen)".
"Wah, makasih ya pak!" gue langsung ngacir menuju pintu Atrium Senen yang satunya lagi, yang di depan Djakarta Lloyd.

Sampe sana gue langsung jelalatan ke seberang jalan. Mana... mana...? Kok nggak ada tanda2 mobil berlogo polisi? Adanya cuma sebuah Espass memasang spanduk kuning bertuliskan "Jual Serabi". Satpam... Satpam... gue harus menemukan Satpam terdekat. Celingukan bentar kayak copet, dan nhaaa... tuh ada satu.

"Permisi Pak... bapak liat mobil sim keliling nggak di deket sini?"
"Wahh.. baruuuu aja pergi pak! Tadi emang dia mangkal di depan situ, tapi\u003cbr /\>sekarang udah jalan... mending bapak besok ke sini aja lagi, daripada sekarang nyari-nyari... Jakarta kan gede pak..."
Aduh, makasi ya, untung lu kasih tau, tadinya gue kira Jakarta segede baskom. Grrr...! Habislah sudah harapan. Tragis banget, giliran ada di lokasi yang Satpamnya informatif, bisnya udah pergi... whuaaaaa..... Nggak pake nunggu lama2, gue langsung keluarin mobil dan ngarah pulang.

Habislah sudah harapan. Tragis banget, giliran ada di lokasi yang Satpamnya informatif, bisnya udah pergi... whuaaaaa.....Nggak pake nunggu lama2, gue langsung keluarin mobil dan ngarah pulang.

Pikir-pikir karena hari ini udah kadung bilang mau ngurus SIM, sekalian aja deh gue menuju ke markasnya Sersan G****. Keluar Atrium gue ambil arah lurus menuju Hotel Borobudur, dengan rencana nanti belok kanan ambil arah Sahari.

Tapi pas mobil baru mau ngelewatin Hotel Oasis (eh, itu hotel atau aparteme sih?) tiba-tiba mata gue menangkap sebuah bentuk persegi panjang besaaar beroda, berwarna belang putih-biru dengan tulisan gede-gede "Kami siap melayani Anda" plus tulisan lain dengan ukuran sedikit lebih kecil "Layanan Perpanjangan SIM Keliling"

Ya Allah, benarkah apa yang kulihat ini... gue liat sekali lagi...ternyata bener! YES!! Ketemu!! Gila, belum pernah gue segirang ini ngeliat mobil polisi!! Saking kalapnya, dari jalur kanan gue langsung motong ke kiri mendekati mobil terindah di dunia itu, diiringi alunan klakson dari aneka mobil di belakang gue. Klakson gih sampe pegel sono, yang penting gue mau perpanjang SIM!!! Berhubung di sekitar mobil SIM keliling itu penuh dengan rambu S dicoret, maka sekalian aja gue parkir di parkirannya RSPAD trus jalan kaki ke luar. Sempet rada ragu juga waktu ngeliat mobilnya tertutup rapet gitu, tapi waktu gue nanya sama bapak-bapak yang duduk deket situ, "Iya, bisa perpanjang SIM di sini pak! Silakan langsung aja masuk!"

Masih setengah nggak percaya atas pertolongan Allah yang begitu luar biasa ini, gue masuk ke bis, dimintain fotocopy KTP dan SIM (masing2 cukup satu, bukannya 2 seperti kata si Sersan G**** yang calo itu), tanda tangan, difoto, nempelin jempol di scanner, bayar 100 ribu, dan tau2 SIM barunya udah jadi aja! Cuma 10 menit, sodara-sodara!!!

Gue nanya2 sama petugas di situ, ternyata mereka punya jadwal tetap sebagai berikut:
Minggu pertama: di Pluit (gue nggak nanya persisnya di mana, nggak tertarik bikin SIM di Pluit, soalnya).
Minggu ke dua: di Glodok, deket halte busway
Minggu ke tiga: di Gajah Mada, dekat gedung kejaksaan.
Minggu ke empat:
di Atrium Senen ini, seberang Oasis.

Tapi jadwal itu hanya berlaku hari Senin sampe Jum\'at, jam 8 pagi sampe 1 siang.

Sedangkan weekend-nya mereka pindah2 tergantung pesanan, karena dia bisa dipanggil ke suatu lokasi untuk perpanjangan SIM secara kolektif, minimal 3 orang. Rupanya waktu gue muter2 kayak orang gila di MKG itu, mereka lagi beroperasi di luar jadwal rutinnya. Pantesan orang2 di sekitarnya gak ada yang tau. Yang dilayani di sini hanya perpanjangan SIM A dan C, termasuk yang udah telat perpanjangan sampe batas waktu 1 tahun. Yang SIMnya udah kelamaan mati, atau yang mau bikin baru, tetep harus ngurus ke Daan Mogot.

Too good to be true...
Setelah proses 10 menit yang membahagiakan itu, gue pulang dan pamer sama Ida yang kebetulan lagi bolos ngantor.
"Liat nih! SIM baru, ongkos cuma 100 ribu, 10 menit jadi, bebas calo. Uangnya halal masuk kas negara semua...!" kata gue bangga.
"Eh bentar... 100 ribu? Perasaan di journal mas Tian biayanya cuma 70 ribu..!"
"Hah, yang bener?? Sialan, berarti tu kunyuk2 ngembat duit gue 30 ribu!".
"Mana sini, liat journal mas Tian!" gue baca sekali lagi... iya ya... 70 ribu... padahal tadi gue bayar 100 ribu... kurang ajar...

Langsung gue angkat telepon, pencet 8299444.
"Mbak, numpang tanya dong," kata gue begitu terdengar sapaan, "untuk perpanjangan SIM di mobil keliling, BIAYA RESMI-nya berapa ya??" Tukang-tukang catut itu... pikir gue dongkol.
"Biayanya 75 ribu untuk SIMnya, 10 ribu untuk biaya tes kesehatan, dan 15 ribu untuk asuransi, pak..." kata mbak2nya.

...but it is true!
Tunggu bentar.. 75 tambah 10 tambah 15... bener dong 100 ribu....
"Ooo... makasi ya mbak..." kata gue sambil buru2 nutup telepon.
Ternyata bener biayanya segitu, dan gue udah ber su'udzon terhadap para petugas mobil SIM keliling... jadi malu...

Jadi, akhir kata, gue menghimbau kepada seluruh pembaca untuk beramai-ramai memperpanjang SIM di mobil keliling: murah cepat bebas calo!

PS :
Oh iya, hampir lupa. Buat Sersan G**** di Polsek Kemayoran, sekali lagi gue ucapkan, basi deh lu, basiiiiiii.....

Tuesday, 25 December 2007

a SnapShot from Surabaya

Ini salah satu pencapaian penting bagi gue yang secara sepihak diberi jabatan what so called "ibu lurah" oleh temen2 Brisbane Late 90s

Sebelum tahun 2007 berakhir, yang berarti tepat 10 tahun sejak pertama kali gue menginjakan kaki di Brisbane ... gue berhasil bertemu (baca: face to face) dengan my flatmates jaman2 di Augustus st Toowong.

Eh ini pencapaian gemilang lo ... secara kita bener2 gak pernah ketemu semenjakkkkkk ..... mungkin 3-4 tahun belakangan ini.




Yang pertama ketemu dengan Frida ... setelah tebak2 buah manggis dengan mengirim sms Happy B'day yang meleset 1 hari (maklum udah mulai karatan) dan diakhiri dengan LUNCH bersama di PIM2 (i luv my office for being that close to PIM2) ... Banyak juga yang bisa di catch up dari Frida. Sayangnya kita gak sempet taking picture :(

Yang Kedua, ketemuan dengan Mbak Endang. Kebetulan tanggal 23 December salah satu saudara gue menikah di Surabaya. Nah, moment yang pendek itu harus dimanfaatkan utk janjian ketemuan sama Mbak Endang dan Mas Gamantyo ...

So setelah sedikit ngerusuhi dengan keinginan mampir ke rumah ITS nya mbak N dan Mas G. Akhirnya beliau2 berdualah yang menyantronin kita di hotel. Ternyata rumah ITS lagi di renovasi, jadi sama aja bodong sih kalo ke sana, kecuali kalo kita2 mau kenalan juga sama tukang2nya :P

Setelah ngobrol "ngalor-ngidul" (baca: to the north and south) sebagai penutup kita dianterin deh ke Sea Master .

Thank you Frida , Mas Gam and Mbak Endang ....

Saturday, 8 December 2007

Berita Duka dari Eko Hartanto

Inna Iilahi wainnailaihi raaji'un

Telah meninggal dunia Ibu Rochma Sulastri, Ibunda dari Eko Hartanto tanggal 08 Desember 2007 pukul 0220hr di RS International Bintaro.

Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl. Bintaro Puspita no.4 Jakarta, dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta pada pukul 1230hr.

Semoga amal ibadah budi baik beliau diterima di sisi Allah SWT.
dan olehNYA pula ketabahan diberikan bagi yang ditinggalkan.

Amien ...




Friday, 7 December 2007

Let's Earth_Googling our Brisbane ...


Hari gini masih di kantor, Lagi nunggu dijemput nih ... ngirit ongkos taxi hahaha ...

Jadi gue menyempatkan diri bermain2 dengan Google Earth, biar gak katro ... Katanya kerja utk industry yang berbau2 high tech, apalagi dibagian Service Layer ... jadi walaupun otak udah karatan dan gaptek, tetep lah di niatin utk bermain2 dengan aplikasi2 gratisan kaya gini.

Berikut hasil bidikan gue di Brisbane, melalui Google Earth. Sempet kesulitan ketika berusaha menemukan Unit gue dulu .... apalagi dua2nya berada di 1 jalan .... hehehehe.

Akhirnya berhasil juga ....
Dipersilahkan menikmati !!!! dan bernostalgia ... dan mungkin bisa nyobain google earth juga. Hayoooo masih inget gak dulu unitnya disebelah manaaaaaaaaaaa .....




Mas Ismet ... udah punya FaceBook belom ??? Khan Mas Ismet GAUL !

Have a nice weekend and a happy Monday !